Jumat, 27 Oktober 2023

MANAJEMEN PIUTANG DAN PERSEDIAAN


Piutang adalah tagihan kepada pihak lain dimasa yang akan datang karena terjadinya transaksi dimasa lalu. Walaupun pada dasarnya semua perusahaan dagang/industri menginginkan penjualan cash, tetapi karena adanya keterbatasan daya beli masyarakat, atau alasan lainnya dilakukan penjualan secara kredit. Penjualan secara kredit akan dapat meningkatkan omset penjualan, akan tetapi memiliki risiko tertundanya penerimaan kas, sehingga membutuhkan investasi yang lebih besar. Selain itu dapat juga mengakibatkan kerugian karena menunggak atau bahkan tidak tertagih. Semakin lama piutang tertunggak akan semakin besar investasi yang dibutuhkan.

Manajemen piutang adalah sebuah proses yang mendata, mengumpulkan, dan menagih piutang perusahaan dari tangan konsumen. Sistem manajemen piutang yang baik akan menghindarkan Anda dari kekurangan dana akibat dana yang macet di tangan konsumen. Bagaimana siklus piutang, apa saja yang memengaruhi besarnya piutang, dan lain-lain berkaitan dengan pengelolaan piutang bisa anda lihat dari materi yang tersemat dalam link di bawah ini:

Materi  Ke-7: Manajemen Piutang dan Persediaan

Kamis, 26 Oktober 2023

MANAJEMEN MODAL KERJA

Dua pengertian modal kerja yaitu: Pertama, Gross Working Capital. Modal kerja dalam pengertian ini mengacu pada konsep kuantitatif, yang berdasarkan pada kuantitas dari dana yang tertanam dalam unsur-unsur aktiva lancar. Modal kerja yang di maksud dalam pengertian ini adalah keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Kedua, Net Working CapitalPengertian ini di dasarkan pada konsep kualitatif, yaitu dikaitkan dengan besarnya dengan jumlah hutang lancar atau hutang yang harus segera di bayar. 

Manajemen Modal Kerja yang baik akan meningkatkan harga saham hal ini beralasan karena terdapat beberapa pengalaman dan bukti pada perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik, dengan mengelola modal kerja akan meningkatkan keuntungan dan harga sahamPengelolaan modal kerja yang baik akan meningkatkan efisiensi operasional (membantu perusahaan menghindari biaya tambahan terkait dengan pembelian aset produktif sehingga menghasilkan margin laba yang lebih tinggi)Manajemen modal kerja yang baik diharapkan dapat menjamin perusahaan memiliki kemampuan membayar utangManajemen modal kerja yang baik menjamin pertumbuhan pendapatan dan peluang investasi baru semakin meningkat.


Untuk mendapatkan materi Salam bentuk PPt, siła mengakses link di bawar ini:

Materi ke-6: Management Modal Kerja

Rabu, 25 Oktober 2023

AKAD TRANSAKSI MUDHARABAH


Selasa, 24 Oktober 2023

Akuntansi Perbankan Syariah

Salah satu dari prinsip-prinsip ekonomi Islam adalah PLS (Profit and Loss Sharing) yaitu bagi hasil dan bagi rugi. Prinsip ini digunakan oleh perbankan syariah dan membedakan bank syariah dengan bank konvensional. Perbankan syariah nasional makin lama makin dilirik oleh nasabah bahkan oleh Negara lain. Boleh dikatakan pertumbuhan perbankan syariah bagai cendawan di musim hujan. Hampir semua bank nasional papan atas mulai membentuk unit usaha syariah (UUS) untuk mendampingi unit usaha konvensional. Perbankan syariah di tanah air telah mengalami perkembangan yang pesat terutama sejak keluarnya UU Perbankan No 7 Tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 Tahun 1998 yang mengatur secara lebih mendetail mengenai industri perbankan syariah.

Pada pasar perbankan di Indonesia, bank syariah menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Hal ini didorong oleh makin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memilih produk yang halal dan juga karena jumlah penduduk muslim di Indonesia adalah yang paling banyak di dunia, sehingga merupakan potensi bagi keuangan syariah untuk menjadi bagian dalam pembia- yaan ekonomi masyarakat. Selain itu, fakta menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan lembaga perbankan syariah mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik di dunia internasional maupun di Indonesia.

Di bawah ini adalah link untuk mendapatkan materi pembelajaran ini:

Materi ke-6: Akuntansi Perbankan Syariah

KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH

KDPPLKS (Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah) dikembangkan oleh Komite Akuntansi Syariah (KAS), Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI) pada tahun 2007 sebagai penyempurnaan KDPPLKBS 2002, yang akan direvisi dari waktu ke waktu

Ada 2 alasan utama perlunya KDPPLKS yaitu: Pertama, sebagai perangkat standar dan aturan yang koheren bagi IAI dalam mengeluarkan standar yang berguna dan konsisten (KEBUTUHAN). Kedua, memecahkan masalah-masalah praktis yang baru muncul membutuhkan referensi kerangka teori dasar (PENGEMBANGAN)

Materi dari pembelajaran ini dapat anda unduh melalui link berikut ini:

Materi ke-5: KDPPLKS

SISTEM KEUANGAN SYARIAH

Pembelajaran ini bertujuan untuk mendiskusikan pengaruh Islam terhadap perkembangan akuntansi pada masa Nabi Muhammad saw, masa kekhalifahan dan masa sekarang. Selain itu, diharapkan mahasiswa mampu memahami dasar pemikiran yang digunakan oleh berbagai pakar dalam mengembangkan teori dan praktik akuntansi syariah.

Sebelum berdirinya peradaban Islam, hanya ada dua peradaban besar yaitu bangsa Romawi dan bangsa Persia. Pada saat itu telah digunakan akuntansi dalam bentuk perhitungan barang dagangan oleh para pedagang. Dari sejak pergi berdagang sampai pulang kembali (Adnan dan Labatjo, 2006). Perhitungan dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan, untung dan rugi. Selain itu orang yahudi banyak melakukan perdagangan menetap dan mencatat piutang mereka (Syahatah, 2001). Pada masa Rasulullah praktik akuntansi mulai berkembang setelah ada perintah Allah melalui Alqur’an untuk mencatat transaksi tidak tunai (Alqur’an 2:282) dan membayar zakat (Alqur’an 2:10)

Materi lengkap dapat diunduh pada link di bawah ini:

Materi ke-4: Sistem Keuangan Syariah


Sejarah Perkembangan Akuntansi Syariah

Tujuan dari pembelajaran ini adalah mendiskusikan pengaruh Islam terhadap perkembangan akuntansi pada masa Nabi Muhammad saw, masa kekhalifahan dan masa sekarang. Selain itu juga bertujuan untuk memahami dasar pemikiran yang digunakan oleh berbagai pakar dalam mengembangkan teori dan praktik akuntansi syariah.

Sebelum berdirinya peradaban Islam, hanya ada dua peradaban besar yaitu bangsa Romawi dan bangsa Persia. Pada saat itu telah digunakan akuntansi dalam bentuk perhitungan barang dagangan oleh para pedagang. Dari sejak pergi berdagang sampai pulang kembali (Adnan dan Labatjo, 2006). Perhitungan dilakukan untuk mengetahui perubahan-perubahan, untung dan rugi. Selain itu orang yahudi banyak melakukan perdagangan menetap dan mencatat piutang mereka (Syahatah, 2001). Pada masa Rasulullah praktik akuntansi mulai berkembang setelah ada perintah Allah melalui Alqur’an untuk mencatat transaksi tidak tunai (Alqur’an 2:282) dan membayar zakat (Alqur’an 2:10).

Bagaimana mendapatkan materi pembelajaran ini? Sila klik tautan di bawah ini.

Materi ke-3: Sejarah Perkembangan Akuntansi Syariah

Pertemuan ke-7: ETIKA MENANGANI KONFLIK KEPENTINGAN DALAM BISNIS PERBANKAN SYARIAH

  Salam... Dalam pembelajaran ini Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi situasi di mana kepentingan berbeda-beda dan bertentangan, kem...